Pernah dengar seorang Muslim menolak untuk mengucapkan Selamat Hari Raya ke rekannya yang beragama lain (selain Islam)? Mungkin sering, atau mungkin juga belum pernah dengar. Yang jelas pernyataan sikap itu ada. Alasannya? Mungkin karena dengan mengucapkan Selamat Hari Raya berarti mengakui bahwa agama itu benar, dan itu mengarah kepada perbuatan yang kafir. Mungkin, silakan koreksi apabila salah. Mohon sertakan juga ayat yang menerangkan tentang hal ini.
Tapi andaikata itu benar – tidak boleh memberikan selamat kepada umat agama lainnya – lalu bagaimana dengan ucapan selamat di acara pernikahan? Bukankah setiap agama punya cara sendiri dan berbeda-beda dalam melangsungkan pernikahan dua orang mempelai? Kalau tidak boleh memberikan ucapan Selamat Hari Raya, dengan alasan bahwa itu memberikan pengakuan bahwa agama lain itu benar, berarti seharusnya tidak boleh hadir dan mengakui pernikahan agama lain juga dong, dengan alasan yang sama.
Lalu mengapa (Muslim yang menolak mengucapkan Selamat Hari Raya) tetap hadir – dan memberikan ucapan selamat – di acara pernikahan agama lain (selain Islam)?
11 Komentar
bisa jadi krn org tsb lama tinggal di ( maap ) ‘hutan’ alias berpikiran cetek & ga punya sosialisasi yg baik dgn sesama MANUSIA..
Saya menyalami rekan2 kerja yang beragama lain yang merayakan hari raya nya seperti mereka juga menyalami saya ketika Idul Fitri. Tapi saya tidak mengucapkan selamat… saya hanya menjabat tangan sebagai tanda saya turut berbahagia jika ia bahagia.
Pada pernikahan: Saya hadir atas undangannya, saya memberi selamat menempuh hidup baru dan mendoakan semoga pernikahannya langgeng.
Hahahah iya banget dech…
dengan logika kecil saja: sebuah pertanyaan sederhana, pikiran kita jadi mengkerut sendir yaa…
Apakah bentuk klaim adalah salah bentuk dari “mendewakan akal pikiran?”
http://duwex.wordpress.com/2007/12/24/tentang-haramnya-ucapan-selamat-natal/#comment-3449
http://eramuslim.com/ustadz/aqd/7c25133059-hukum-mengucapkan-quotselamat-natalquot.htm
biasa jadi orang tersebut ndak pernah baca2 blog saya, kakakakaka!
Lalu mengapa (Muslim yang menolak mengucapkan Selamat Hari Raya) tetap hadir – dan memberikan ucapan selamat – di acara pernikahan agama lain (selain Islam)?
***Kalimat kunci bagus. Salam.
SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU … PUAS ? PUAS ?
mengapa oh mengapa?
Seribu tanya itu terus berputar.
bisa disamakan ya?? *garuk2dagu*
* Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi. ” [Ali Imran : 85)]
*Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu ” [Al-Ma'idah : 3]
Jelas sekali perbedaan ucapan selamat hari raya dengan selamat menikah.
Ya, ucapan selamat hari raya dengan selamat menikah JELAS berbeda. Yang ditanyakan di sini adalah pengakuan terhadap ritual agama lain.
Jadi menurut Anda dengan memberi ucapan selamat menikah itu TIDAK BERARTI mengakui pernikahan agama lain?